Curhat 25 November 2020 : Tentang beban pikiran dan tekanan perasaan
Malem
ini, suasana hati gue bener-bener enggak bisa dibilang baik-baik aja. Jujur gue
ngerasa jatuh banget, feeling insecure, merasa tertekan, sedih, gelisah, ah
entahlah. Ya gue cowok, gue kuat gue tau banget itu. Kemampuan berantem gue
sangat baik, fisik gue sangat sehat. Tapi beban mental dan pikiran yang sedang
gue emban ini bener-bener gue enggak tau apa gue bisa mengatasinya atau enggak.
Harusnya, saat ini gue sedang mengerjakan tugas akhir semester kuliahan gue
yang sudah sangat banyak mengantri dan susahnya minta ampun. Tapi karena
bodohnya gue ya jadinya gue malah berpikiran yang membuat gue sedih.
Sumpah,
gue tau terakhir gue nangis adalah waktu SMA kelas 1 semester awal, itu disaat
orang yang sangat gue cintai pergi ninggalin gue tanpa alasan apapun. Sejak
saat itu, gue enggak pernah nangis lagi sampe hari ini. Gue enggak pengen nulis cerita itu sekarang,
tapi yang gue rasain sekarang adalah, perasaan yang kurang lebih sama, Iya
cowok sekuat dan sebahagia gue (kata orang) pada malam ini pengen banget
ngerasain nangis lagi biar lega. Secara fisik entah kenapa gue enggak bisa
nangis tapi di dalam hati, pikiran, dan sekitar mata rasanya berat banget
pengen numpahin semuanya.
Gue
benci jadi cowok kalo endingnya harus sulit keluarin air mata, untuk healing
pun gue enggak diberi kemudahan. Dulu, gue mengalami hal yang sama di semester
3, selama enam bulan gue depresi. Gue sangat merasa kehilangan jati diri pada
saat itu, tapi pada saat itu karena gue sedang di Jakarta, berbagai pilihan
untuk jalan keluar sangat mudah gue dapetin. Iya saat itu, gue memilih untuk
mabok, minum amer sehari dua botol. Tujuannya Cuma satu, gue pengen banget bisa
cepet tidur dengan mudah supaya gue bisa lupain semua hal yang sedang gue
emban. Bayangin aja diri gue saat itu kayak computer yang nge-lag parah dan
satu-satunya solusinya adalah di matikan paksa (shutdown) entah di copot baterai atau apapun yang penting mati
sejenak agar besok bisa kembali pulih (harapannya begitu).
Jujur,
di saat itu banyak banget jalan pelarian yang tersedia sehingga gue bisa
sedikit lebih ringan. Selain mabok, gue saat itu suka banget jalan keluar yang
jauh sendirian buat sekedar seret kaki gue di tengah keramaian dari siang
hingga tengah malam. Gue berjalan di area distrik perkantoran elit scbd dan HI,
jalan di pemukiman kumuh, stasiun yang merangkap pasar tradisional, menyendiri
di mall atau kafe, apapun lah yang bisa buat badan gue capek banget supaya pas
sampe kosan ditengah malam badan gue ga ada tenaga sisa untuk mikir yang buruk
selain tidur karena kecapean.
Tapi
itu semua bisa dilakukan kalau gue di Jakarta, saat ini gue bener-bener ga
punya pelarian. Gue tinggal di kabupaten kota kecil pedalaman yang lebih cocok
di sebut kampung tak berkembang. Sulit sekali cari alkohol disini, ga ada mall,
gue sangat merasa terbatas untuk mencari pelarian. Mungkin karena itu gue nulis
di blog ini, gue udah enggak kuat dan harus segera menemukan wadah untuk
mengeluarkan semuanya. Ya gue cukup naif sih, dateng ke blog ini saat gue udah
bener-bener jatuh. Sebelumya gue bahkan lupa kalo punya blog, iya karena di
blog gue merasa aman. Enggak ada yang tau link blog gue satupun termasuk
sahabat yang gue percaya, gue ga pengen mereka yang biasanya liat gue selalu
ngejokes lucu jadi berubah iba saat liat gue membawa beban.
Sebetulnya,
beban gue saat ini sama dengan semester tiga kemarin. Perihal diri gue sendiri
dengan masa depan dan cinta gue yang membuat gue selalu sedih overthingking. Ah
soal,……………………-lo tau? Di saat gue sedang nulis blog ini, tiba-tiba teman dekat
gue dari Malaysia tiba-tiba menelpon menanyakan kabar gue, apa gue dalam
keadaan baik atau engga. Ah syukurlah karena dia gue bisa hilangin beban gue
dengan dia walaupun harus ngoobrol dalam Bahasa inggris dalam dua jam tapi itu
sangat cukup melegakan-…………….
Lalu
gue mencerita semuanya ke temen gue yang dari Malaysia itu, gue menceritakan
tentang anggun, yang harusnya gue tulis di blog ini kedepannya. Dia sangat
perduli sama cerita gue, iya namanya aisy seorang perempuan Malaysia yang lebih
tua lima tahun dari gue dan saat ini sedang kuliah semester akhir di jurusan
teknologi pangan. Gue sangat bersyukur bisa kenal orang sebaik dia, gue bahkan
meminta aisy untuk mengenalkan anggun dengan dia mungkin minggu depan (kalau
anggun mau). ya sama kayak gue ngenalin anggun ke farhan dan ega yang merupakan
dua sahabat kepercayaan gue.
Iya,
secinta itu gue anggun, gue pengen semua
orang baik yang berharga di hidup gue kenal siapa orang yang gue cintai.
Seserius itu gue sekarang dengan anggun, Tapi yang selalu membuat gue sedih
adalah anggun belum menjadikan gue prioritasnya, belum bisa percaya dengan gue,
masih menuliskan nama gue sebagai “bngst” di kontaknya, dan belum merasa kalau
gue cukup untuk dirinya.
Iya
harusnya kalau tadi aisy ga nelpon, gue akan cerita kalau yang membuat malam
gue stress saat ini adalah sikap anggun yang masih seperti itu. Padahal anggun
belum tau apa yang sebetulnya terjadi. Dan satu-satunya orang yang tau
kebenarannya saat ini adalah aisy, gue janji saat gue ke jogja nanti gue akan
kasih tau yang sebenarnya ke anggun. Sampai waktu ke jogja itu tiba, gue akan
menuliskan blog ini dengan semua hal tentang
anggun sebagai wadah gue untuk menumpah rasa tertekan gue (daripada gue
mabok lagi, kan udah dosa mahal pula mana kaga sehat).
Kedepannya,
gue akan cerita di blog ini dari awal, dari delapan tahun lalu. Gue engga
berniat sama sekali anggun tau blog ini, toh kalaupun dia tau gue rasa dia ga
akan mau perduli dengan tulisan ini walaupun isinya tentang dia semua. Tapi gue
percaya, gue mencintai orang yang tepat, dan orang yang gue cintai dengan tepat
adalah orang berhati baik bernama anggun.
Terimakasih
anggun, sudah membantu aku secara tidak langsung untuk menemukan arti
sebenarnya dari cinta walaupun aku merasa tertekan karena sikap mu. And thanks
a lot aisy for hearing all of my story tonight and still caring me then still
consider me as your best foreign friend. Please pray for my happiness, I wish I
can life with full happiness in truth love with anggun, help me with your best
pray in Malaysia ya……!(I also consider to write about aisy and farhan-ega in
this blog because they are my beloved person that I trust so much)
MALAM
INI GUE BISA TIDUR DENGAN TENANG…….
Komentar
Posting Komentar